Make your own free website on Tripod.com
KRIPIK MANDING

header_kripik.jpg

WAJAH DEPAN | PRODUK KAMI | KONTAK KAMI | PROFIL KAMI | DISTRIBUSI

pak_bu_muslich.jpg

.: Selamat Datang di WebSite Kami :.

"Selamat Datang di website kripik Manding, cemilan paling tepat di setiap saat

Kripik manding melayani pesanan antar di seluruh kota

Produk Kami : Kripik Talas Kripik Sukun Kripik Pisang Kripik Singkong Tempe Kripik

Jika anda berminat menjadi distribusi di kota anda, silahkan hubungin bapak Muslich di Alamat Bawah

muslich.jpg

Muslich dan Kripik Kimpulnya

“Pak, kripike tasih wonten,” tanya seorang Ibu. “ Tasih wonten. Kerso pinten bu,” Jawab Muslich dengan ramah. “Lima bungkus saja buat oleh-oleh anak saya yang mau pulang ke Jakarta” kata seorang pembeli setengah baya.

Belum usai meladeni pembeli, pembeli lain sudah datang untuk memesan kripik.  Wahyu, 35 tahun, seorang perantau, sebelum kembali balik ke Jakarta menyempatkan diri memborong kripik kimpul untuk oleh-oleh teman kantornya. 

Sayang, permintaan beberapa puluh bungkus Wahyu tidak bisa diladeni oleh penjaga warung. Kontan raut muka Wahyu langsung menunjukkan ekspresi kekecewaan. Beruntunglah di warung itu seorang pembeli sebelumnya mau berbaik hati. Udin 23 tahun, yang membeli kripik 20 bungkus rela membagi kepada wahyu 10 bungkus.

Kripik tales ini hasil produksi Muslich, 47 tahun, warga Manding Temanggung. Kripik ini sekarang banyak di minati orang karena rasanya yang khas “gurih dan renyah”. Makanan khas Temanggung ini sekarang sudah menjadi salasatu oleh-oleh favorit bagi para pemudik yang mau pulang balik ke kota.  

Sejak tahun 1990, Muslich bersama istrinya  Intinah, 45 tahun, menekuni usaha pembuatan kripik tales, atau lebih dikenal dengan sebutan kimpul. Awal dari usaha ini adalah waktu itu Muslich ditawari adiknya untuk membuat kripik tales pesanan koperasi. Tanpa diduga, ternyata pesanan terus mengalir, hingga pekerjaan ini tidak bisa di tinggalkan.

Usaha ini tentunya tidak semulus yang dibayangkan orang. Berkali-kali Muslich menghadapi kendala, terutama kendala pemasaran. Tapi berkat etos kerjanya yang ulet disertai kesabaran yang cukup membuat dirinya konsisten tetap menekuni produksinya.

Kalau dulu Musclih hanya mampu mengedarkan di kalangan terbatas, sekarang produksinya hampir setiap hari selalu dibanjiri pesanan. Pemesan kripik ini tidak hanya dari Temanggung, tapi sudah menjalar sampai ke Wonosobo, Magelang, Yogyakarta dan bahkan sampai Jakarta.

Berkat usaha ini cita-cita Muslich untuk menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan Tinggi terlaksana. Ika Dwiyanti, 23 tahun, yang kini masih menyelesaikan studinya semester akhir di UGM. Adiknya Dwi Triyana Sari, 18 tahun baru masuk kuliah di UII Yogyakarta. Sedangkan si bungsu Muhamad Solihin, 11 tahun, masih duduk di bangku SD. “Saya ingin usaha ini di teruskan oleh anak-anak saya,” kata Muslich berharap.

Semua anak-anaknya dididik untuk wiraswasta. Sambil kuliah mereka ikut memasarkan kripik. Muslich juga bisa membeli tanah dan mendirikan bangunan tingkat dua yang sekarang di jadikan tempat produksi.

Usaha Muslich ini sekarang sudah berkembang, tetapi ia tidak cukup puas sampai disini. Masih banyak yang diinginkan Muslich dalam mengembangkan usaha ini. Salah satunya adalah membuat sebuah toko di pinggir jalan raya/show room untuk memajang produksi kripik Manding.

Selain kripik kimpul , Muslich juga memproduksi kripik sukun dan kripik pisang, semuanya diberi merek yang sama yaitu kripik Manding. Ternyata kimpul pun bisa dinikmati. Mau ngemil? Silahkan! (Zaenal Maarif)

 

.: Anda Pengunjung ke :.

Desa Manding, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah
Telp +62293494003  email : kripik_manding@yahoo.co.id

Gurih - Renyah - Nikmat

Design by : Zaenal Ma'arif